Senin, 13 Juni 2011

RIA ANGELINA Penyanyi Serba Biru, Serba Rindu.......

Tidak ada komentar :
Dalam soal cinta, tentu saja. "Menyalurkan hobby dan membantu ekonomi,"
kata penyanyi yang berangan-angan bisa menyamai Olivia Newton John. "Sejak SMP saya membiayai diri sendiri" Sampai jadi ahli hukum nanti?

Dua puluh tahun silam ia lahir di kota Cimahi, Jawa Barat. Dengan menyertakan nama lengkapnya, Maria Angelina. Di bawah atap rumah flat, peristirahatannya sekarang. Sekaligus dijadikan studio rekaman. 
Dua album pop BIRUNYA RINDUKU dan ELEGI RINDUKU sudah dirampungkan.
Dara keturunan Jerman-Jawa ini ternyata kurang begitu menyukai kompetisi. Ia lebih tekun mendekatkan dirinya dengan masyarakat daerah melalui panggung pertunjukkan daripada mengikuti kegiatan-kegiatan festival.
"Ria selalu ingin belajar dengan orang-orang yang berpengalaman" tuturnya. Karena itu cewek penggemar olahraga tenis ini nampak akrab sekali dengan Dian Piesesha dan Heidy Diana. Kedua rekan sesama penyanyi ini dianggap sebagai kawan terdekat, terutama kalau ngomongin soal cowok.

"Kami selalu tukar pikiran. Kalau lagi istirahat rekaman, kami manfaatkan untuk diskusi. Asyik deh, kalau lagi kumpul apa saja bisa jadi bahan omongan," ujarnya dengan murah senyum, periang, pokoknya menggambarkan cewek model abad dua puluh.

Belajar Ekonomis
Dibalik senyumannya yang diumbar selama pembicaraan itu seolah tersirat harapan. Harapan yang merupakan target popularitas sebagai biduan pop. Untuk itu, Ria selalu mempelajari keadaan penonton dengan melalui acara jumpa fans sebelum naik pentas. Barangkali dengan demikian - setidak-tidaknya - bisa memahami selera masyarakat. Dan ini mungkin, salah satu cara yang efisien untuk perusahaan rekaman dalam usahanya merebut pasaran di tengah blantika promosi kaset.
"Terus terang ya, saya menyanyi itu sebenarnya ingin membantu meringankan ekonomi keluarga, disamping menyalurkan hobi. Papa saya sekarang sudah pensiun. Saudara saya semua tujuh. Saya nomor empat. Dan semuanya memerlukan biaya." Katanya, mencari nafkah melalui nyanyi itu sama saja belajar bermasyarakat.
Kendati demikian, Ria masih belum bisa menentukan jalur yang pasti. Apakah akan menggantungkan jalan hidupnya dari menyanyi atau meneruskan belajarnya di Fakultas Hukum. Yang jelas, ketidakpastian itu tidak menyebabkan keputusasaan dan apatisme. Kedua kegiatan, menyanyi dan mempersiapkan diri memasuki Universitas dirangkapnya sekaligus. Malahan masih mempunyai sisa waktu untuk les Bahasa Inggris.
Kiprahnya di dunia tarik suara mulai dirintis secara serius setelah menamatkan pelajaran di SMA-IPA Bandung, dua tahun yang lewat. Sebelumnya ia cuma menyumbangkan vocalnya untuk mengisi acara-acara ulang tahun.
Waktu itu pangkat papanya masih Kolonel. "Seingat Ria, waktu masih di SMP, sudah tidak lagi meminta biaya sekolah sama Papa. Terkadang untuk kebutuhan primerpun Ria tidak mau mengganggu. Ria sudah terbiasa berdikari terutama kalau berhadapan dengan masalah ekonomi." celotehnya ketika disinggung latar belakangnya didalam mengawali perjalanan karier.

Nasib
"Elegi Rinduku" ciptaan Obbie Messakh yang dilantunkan melalui volume kedua, seakan mewakili kerinduannya terhadap sesuatu.
Sesuatu yang diimpikannya ketika masih SMP. Namun semuanya belum terjawab seperti apa yang dimaui.
Meskipun diakui, menjadi penyanyi itu penghasilannya cukup besar. Lebih besar dari penghasilan karyawan biasa. Faktor nasib yang membantunya tidak membuat Ria menjadi sombang. Ia menyadari hal itu.
Tanpa melalui ayahnya (temen lama manajer JK Records) barangkali Ria akan mengalami kesulitan memasuki dapur rekaman.
Lantas apa rencanamu sekarang diluar kegiatan menyanyi? "Menyiapkan biaya untuk memasuki Fakultas Hukum. Itu sebenarnya tujuan utama saya" katanya dengan tetap melempar senyum. (BIS).


sumber : Hai No. 19/IX 21-27 Mei 1985
(www.jamesdoel.multiply.com)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar