TURSINA ANDRIYANI si Sirik "Wati" yang Jago Nari Bali

8 Agustus 2012

TURSINA ANDRIYANI, pemain serial ACI (Aku Cinta Indonesia) yang satu ini lain dari yang lain. Ia anak Jakarta, tepatnya Betawi asli. Ia jago membawakan tari Bali. "Sejak duduk di TK saya sudah belajar menari Bali" tuturnya.
Dara yang lebih akrab dipanggil Nina ini dalam film ACI berperan sebagai Wati. Anak jahat, judes dan sirik. Tapi, betul demikiankah sifatnya yang sebenarnya?

Tidak, itu hanya dalam film. Nina juga anak yang baik dan suka bersahabat. Meskipun tinggal di kompleks, ia senang juga bergaul dengan teman-temannya di luar kompleks. Ia punya banyak teman, sama halnya dengan DIAH EKOWATI, pemeran Cici dan pemain ACI lainnya.

"Tak apa-apa, kan hanya dalam film. Malah enak, kita jadi dapat mengetahui ciri-ciri anak nakal," katanya tentang peran yang dibawakannya..
Cerita Nina selanjutnya, mula-mula memang malu memainkan peran Wati, tapi lama-lama, biasa saja.


Sebelum menggeluti film ACI, Tursina aktif di Sanggar Tanjung BPKKS (Badan Pembina Kegiatan-Kegiatan Sosial) pimpinan bu Rita. Mereka dilatih oleh Kak Cok Hendro. Selama di sanggar ini, Tursina dan rekan-rekannya sering pentas di TIM, Hotel Hilton dan di kota Bandung.

Kebolehannya dalam membawakan tari Bali sering ditampilkannya di TVRI dalam acara Tarian Tunggal, Nusantara Menari dalam grup, juga di RRI, TIM dan Balai Sidang.

Olahraga yang digemarinya adalah bola basket, berenang dan lari pagi.

Ternyata Tursina juga senang menyanyi, tapi baru dalam taraf belajar. Kegemarannya yang dapat dianggap unik adalah mengumpulkan gantungan anak kunci.
"Karena gemar mengumpulkan gantungan anak kunci,saya jadi sering mendapat gantungan anak kunci dari luar negeri," ceritanya.

Ayah Tursina, Pak Edo Irawan adalah seorang penerbang, maminya Krisnawati. Dua-duanya Betawi asli. Tursina anak keempat dari empat bersaudara. Ia dilahirkan tanggal 8 Agustus 1971. Tahun ini ia duduk di kelas II SMP.

Bagaimana dengan peran Wati di film ACI?
"Tukang-tukang sayur dan tukang koran di jalan-jalan sekarang sudah mulai ngenalin dia. Mungkin karena tampangnya si Wati itu mudah diingat ya?"

Untuk lebih menguatkan perannya yang kadang-kadang "nyebelin" itu, Nina banyak dibantu Maminya. misalnya dalam intonasi beberapa kata yang harus dibawakan dengan nada khusus dan ketus itu. Mengenai kesulitan dalam shooting menurutnya hampir dikatakan tidak ada.

"Cuma untuk skenario yang dibuat mas Arswendo, saya suka kewalahan. Abis banyak kata-kata ataupun umpatan-umpatan dalam bahasa Jawa yang saya nggak pas membawakannya. Jadinya kalau mengucapkannya sering "blepotan" dan jadi geli sendiri" ucap Nina dengan rupa geli.

Sebelum mengunci cakap-cakap, Nina yang sore itu akan mengadakan rekaman Tari bersama sanggarnya di TVRI berbisik, "Bilangin ya, kalau ada yang kirim surat boleh, tapi tolong diselipin perangko. Biar cepet ngebalesnya." Iya deh Nin.

(Dari Pos Film 1985 dan Majalah Hai Mei 1985)

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar